Wawancara Samacara dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu: Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si

Wawancara Samacara dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu: Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si

Senin, 8 Desember 2025, tim Biro Pers Mahasiswa Hindu (BPMH) Samacara berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. kunjungannya ke lingkungan STAHN Jawa Dwipa menjadi momen tak terlewatkan bagi tim Samacara untuk menggali informasi terkait agenda Dirjen Bimas Hindu dan menggali pandangannya mengenai perkembangan kampus STAHN Jawa Dwipa.

Prof. Duija menjelaskan bahwa kehadirannya di STAHN Jawa Dwipa bukan merupakan agenda utama. Beliau sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju kegiatan Hari Anti Korupsi Internasional yang akan digelar di Yogyakarta. Namun karena STAHN Jawa Dwipa merupakan salah satu kampus binaannya, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung.

Anggota BPMH Samacara :  Saya dari Biro Pers Mahasiswa Hindu Samacara. Maaf sebelumnya, bolehkah kami tahu dalam rangka apa Bapak berkunjung ke STAHN JAWA DWIPA ini, Pak?

Narasumber : STAHN ini kan karena binaan Bapak. Jadi acaranya sebenarnya bukan ke STAHN, tapi ke Hari Anti Korupsi Internasional besok di Jogja. Dan pada hari ini kebetulan sempat hadir, ya mampir aja. Jadi enggak ada, enggak ada agenda khusus ke STAHN.

Terkait perkembangan STAHN Jawa Dwipa yang baru berusia satu tahun belum dua tahun setelah peralihannya menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri, Prof. Duija menilai proses transisi yang wajar terjadi di PT yang baru beralih status sehingga mungkin membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Anggota BPMH Samacara :  selanjutnya, bagaimana menurut Bapak perkembangan dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Jawa Dwipa ini, Pak?

Narasumber : Ya, saya kira ini kan baru setahun, ya. Jadi, peralihan itu memang masih transisi. Ya karena tidak bisa tiba-tiba begitu beralih, persoalan selesai. Perlu ada upaya-upaya yang keras, upaya yang sungguh-sungguh. Paling tidak selama 5 tahun ke depan masih perlu ada usaha karena ini kan keberadaan Stahn ini baru di Tanah Jawa, gitu. Perlu ada sosialisasi, perlu ada… gerakan yang lebih masif lah dari teman-teman di mahasiswa, di BEM, agar dalam 2 tahun ke depan ini bisa dikenal lah, paling enggak di Jawa Tengah.

Ketika ditanya mengenai bagaimana kemudian kontribusi Bimas Hindu dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, Prof. Duija mengatakan bahwasannya pembangunan Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang unggul menjadi fokus pengembangan dalam bidang pendidikan. Melalui jalur pendidikan Hindu, baik dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi, pemerintah terutama Bimas Hindu terus berusaha keras mempersiapkan generasi muda Hindu yang berkualitas.

Anggota BPMH Samacara : Baik, terakhir Pak, mengenai tujuan negara Indonesia dengan adanya gerakan Indonesia Emas tahun 2045, apakah ada program dari Bimas Hindu sendiri untuk mendukung para generasi muda Hindu sendiri, Bapak?

 Narasumber: Ya, kalau dilihat arahan kita Pak Presiden Prabowo, bahwa 2045 itu kan orientasinya Indonesia Emas. Nah, supaya bisa mencapai itu, ya harus membangun SDM unggul. Kita di Hindu tentu pengembangan SDM unggul ini kita salah satunya melalui pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi. Yang kita sudah kelola, sekarang 2025 ini kita sudah punya lembaga pendidikan tingkat menengah, tingkat dasar, dan tingkat tinggi sudah cukup besar. Dan kita sekarang… Hindu ini punya segmen SDM guru besar 40 orang di 2025. Ini capaian yang luar biasa, sehingga ke depan dengan keunggulan perguruan tinggi ini, tentu Indonesia Emas 2045 pasti akan tercapai.

Dengan meningkatnya kualitas perguruan tinggi Hindu dan SDM yang terus berkembang, beliau meyakini bahwa umat Hindu akan mampu berkontribusi signifikan pada pencapaian Indonesia Emas 2045.

Pewawancara : Nungroho Wisnu Wicakson, Atmajanu Widiya

Penulis : Atmajanu Widiya

Dokumentasi : Deca Dhyona Santiago

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *