Merawat Warisan Leluhur, KKN STAHN Jawa Dwipa Klaten Melaksanakan Kegiatan Besih Bersih Punden di Desa Bajulan Kabupaten Nganjuk

Merawat Warisan Leluhur, KKN STAHN Jawa Dwipa Klaten Melaksanakan Kegiatan Besih Bersih Punden di Desa Bajulan Kabupaten Nganjuk

Nganjuk- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten melaksanakan kegiatan kerja bakti bersih bersih Punden yang ada di  Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu, (26/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Indonesia Nganjuk sebagai bentuk kepedulian terhadap peninggalan leluhur yang harus selalu dijaga dan dirawat agar selalu lestari.

Kegiatan Aksi Peduli Tempat Suci ini merupakan program kerja KKN Kelompok Jagadhita Bhumi STAHN Jawa Dwipa Klaten Desa Bajulan yang dilaksanakan di tiga punden di Desa Bajulan, yaitu Punden Eyang Sombro, Punden Eyang Sadhu, dan Punden Eyang Demang.

Rangkaian Aksi Peduli Tempat Suci diawali dengan memberishkan area punden, mulai dengan menyapu halaman, mengumpulkan sampah, serta menata lingkungan punden dan dilanjutkan dengan bersembahyang bersama. Kegiatan ini dilaksanakan bergantian ke tiga lokasi punden tersebut.

Menurut keterangan Penanggung jawab Program kerja Bersih Bersih Tempat Suci, Yoga Ananda Suryaputra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut untuk mewujudkan warisan leluhur agar tetap lestari dan meningkatkan kebersamaan antara Mahaswa KKN dengan masyarakat dan pemuda

“Tujuan dari kegiatan berish bersih punden ini adalah untuk menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan meningkatkan kebersamaan mahasiswa KKN dan Pemuda Hindu kabupaten Nganjuk.”

Yoga (penanggung jawab program)

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok Jagadhita Bhumi STAHN Jawa Dwipa berharap masyarakat khususnya pemuda Desa Bajulan dapat terus menjaga kebersihan punden secara rutin sehingga keberadaan peninggalan budaya tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan rasa gotong royong, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Penulis: Bayu

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *