Bentuk Moderasi: Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Laksanakan Halal Bihalal dan Dharma Santi

Bentuk Moderasi: Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Laksanakan Halal Bihalal dan Dharma Santi

Banyumas, Samacarapers – Bertempat di Pura Pedaleman Giri Kendeng, Desa Klinting, pada Kamis, 9 April 2026, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) mengadakan kegiatan pertemuan rutin dalam rangka halal bihalal dan Dharma Santih. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar penyuluh agama se-Kabupaten Banyumas.

Sebanyak 171 penyuluh agama yang terdiri dari penyuluh agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Konghucu turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pertemuan rutin IPARI dilaksanakan secara bergilir di berbagai rumah ibadah yang ada di Kabupaten Banyumas.

Acara diawali dengan penyampaian informasi mengenai sejarah Pura Pedaleman Giri Kendeng oleh penyuluh agama Hindu sekaligus pengempon pura, Bapak Budi Santoso, S.Sos. Beliau menjelaskan bahwa pura ini berdiri sekitar tahun 1980-an dan terdiri dari tiga bagian, yaitu nista mandala (bagian terluar), madya mandala (bagian tengah tempat berkumpul), dan utama mandala (bagian paling dalam sebagai tempat persembahyangan umat Hindu).

Momentum halal bihalal dan dharma santi ini dilaksanakan secara bersamaan karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam, Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, serta Paskah bagi umat Nasrani yang jatuh pada bulan Maret lalu. Selanjutnya, dalam penyampaian dharmawacana, Bapak Slamet Raharjo, S.Ag menyampaikan bahwa inti dari kegiatan ini adalah untuk membersihkan hati dan saling memaafkan. “Sejatinya kita semua bersaudara, seperti tema Nyepi tahun 2026: Vasudhaiva Kutumbakam, satu bumi satu keluarga,” ujarnya.

Ketua Pengurus Daerah IPARI Kabupaten Banyumas, Bapak H. Lubab Habiburrohman, S.H., M.H., juga menyampaikan program kerja serta persiapan Porseni se-eks Karesidenan Banyumas yang akan dilaksanakan pada 10 Juni 2026 di MAN 2 Banyumas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Bapak Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd., yang mengajak seluruh penyuluh untuk memaknai moderasi beragama bukan hanya sebagai teori, melainkan sebagai sikap peduli dan cinta yang mampu menciptakan perdamaian abadi.

Acara ditutup dengan kegiatan bersalaman seluruh hadirin.

Penulis: Reffy Frizta Dianti

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *