
Hindu Youth Camp Jilid 3 berlangsung selama 3 hari, acara dimulai dari hari jumat tanggal 6 Februari 2026 hinga hari minggu tanggal 8 Februari 2026. acara dilaksanakan bertempat di Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hindu Youth Camp merupakan acara yang dipelopori oleh DPP PERADAH Jawa Tengah sebagai acara untuk mengumpulkan pemuda Hindu dari seluruh daerah yang ada di Jawa Tengah, dengan tujuan untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri sebagai sesama pemuda Hindu, sesuai dengan motto kegiatan tersebut “Nyawiji Dadi Siji” atau yang berarti “Bersatu Menjadi Satu”.
Pada hari pertama acara dimulai dengan regristasi peserta dan pembagian kelompok dan perkenalan antar peserta dari berbagai daerah. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok dengan masing-masing kelompok memiliki fasilitator yang merupakan pantia.

Kemudian di hari kedua barulah diadakan acara opening ceremony yang dihadiri oleh PEMBIMAS Hindu Jawa Tengah, ketua PHDI Jawa Tengah, Ketua DPP PERADAH Jawa Tengah, Bupati Boyolali (diwakilkan), serta Dirut dari PT KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang). Acara dibuka secara simbolis oleh bapak Eko Pujiyanto S.Pd H.,M.Pd. serta diakhiri dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol kebebasan. Selain itu ada juga acara pameran UMKM milik pemuda hindu yang ada di Jawa Tengah

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengisian materi dari dua narasumber, narasumber pertama yaitu ada Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta S.PD., S.I.Kom., dan Gede Agus Siswadi S.Pd., M.Pd., M.Phil. (Dosen STAHN Jawa Dwipa Klaten). Keduanya memberikan materi yang hampir sama yakni mengenai pentingnya pendidikan bagi pemuda Hindu di Indonesia khususnya Jawa Tengah.

Pada malam harinya acara dilanjutkan dengan acara pentas seni (PENSI) yang ditampilkan oleh peserta sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada hari pertama. Kegiatan pensi ini menjadi bagian paling ditunggu oleh para peserta karena menjadi hiburan bagi mereka, selain penampilan pensi dari para peserta ternyata ada juga penampilan dari salah satu sanggar lokal yang menampilkan tarian khas dari wilayah boyolali, yakni seni tari Topeng Ireng.


Acara pada hari ketiga dibuka dengan sembahyang dan yoga bersama di pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan Outbound bagi peserta, Outbound pun dilaksakan dengan 3 permainan yakni estafet air, membawa bola dengan karet, dan memasukan balon kedalam ember. Acara pada hari ketiga ditutup dengan closing ceremony oleh Sunarto sekalu ketua PHDI Kecamatan Taman Sari dan pembagian hadiah untuk para peserta yang telah berkontribusi pada acara tersebut selama 3 hari.

Penulis: Nugroho Wisnu
Dokumentasi: Nugroho Wisnu, Deca
Penyunting: Reffy Frizta Dianti
