Masyarakat Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara kembali melaksanakan tradisi turun-temurun, yaitu Manganan Punden Kramat, pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Acara yang rutin digelar setahun sekali setelah masa panen ini bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan sebuah adat istiadat untuk memanjatkan doa syukur kepada Tuhan serta sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Sesuai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, ritual ini digelar pada hari Kamis Pahing dan bertempat di area Punden Kramat, Desa Plajan RT 01/RW 07. Suasana khidmat menyelimuti lokasi punden saat Lurah Desa Plajan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga mulai berdatangan dengan membawa asahan (nasi dan lauk-pauk).

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh juru kunci Punden Kramat, kemudian dilanjutkan oleh modin desa. Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan slametan dan makan bersama, yaitu menyantap asahan yang telah dibawa masing-masing warga.
Keunikan tradisi ini terletak pada asahan yang dibawa dari rumah masing-masing warga kemudian dikumpulkan menjadi satu. Setelah itu, makanan tersebut dibagikan kembali secara merata kepada seluruh peserta. Momen ini menjadi simbol kerukunan, kesetaraan, serta rasa persaudaraan antarwarga tanpa memandang status sosial.

Penulis: Atmajanu Widiya
Dokumentasi: Atmajanu Widiya
Penyunting: Reffy Frizta Dianti