Siapkan SDM Hindu Adaptif di Era Digital, HMJ Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa menggelar kegiatan DASF 2026

Siapkan SDM Hindu Adaptif di Era Digital, HMJ Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa menggelar kegiatan DASF 2026

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dharma Acarya, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten, menggelar seminar mahasiswa bertajuk Dharma Acarya Student Forum (DASF) 2026. Acara ini berlangsung di Aula STAHN Jawa Dwipa Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10/2026). 

Seminar tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Hindu yang Berkarakter, Kompeten, Mandiri, dan Adaptif di Era Digital”. Tema tersebut dipilih untuk merespons tantangan zaman serta dinamika teknologi modern, sekaligus sebagai wujud realisasi program kerja tahunan HMJ Dharma Acarya. 

Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dan dihadiri oleh mahasiswa dari Jurusan Dharma Acarya, Dharma Duta, dan Artha Sastra. Selain unsur mahasiswa, acara ini turut dihadiri dosen, tenaga kependidikan STAHN Jawa Dwipa, hingga Penyuluh Agama Hindu dari Kabupaten Klaten dan Boyolali. Acara dibuka secara resmi oleh Bibit Haryadi, S.Ag., M.MPd selaku perwakilan pimpinan kampus. Acara ini juga dibuka denga Keynote Speaker oleh Dr. Trimo, S.Pd., M.Pd yang sekaligus sebagai Ketua Jurusan Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa.

Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, panitia menghadirkan tiga narasumber utama. Ketua Peradah Jawa Tengah, Teguh Pambudi, M.Pd.H., membuka sesi pertama dengan mengulas materi Dharmapreneur Muda. Ia menekankan pentingnya landasan ajaran Dharma dalam berwirausaha serta perlunya membangun sistem kerja yang rapi dalam sebuah bisnis. 

Sesi selanjutnya diisi oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Sragen, Gayatri Sindy Mahesti, S.Pd. S.I.Kom. M.Pd. Ia menyoroti pentingnya mengenali potensi diri untuk membangun personal branding di media sosial guna menyebarkan karya dan nilai-nilai kebaikan (berdharma) di ruang digital. 

Sesi penutup panel menghadirkan Sekretaris Jurusan Dharma Acarya, Toto Mardiyono, M.Pd.H., yang membekali mahasiswa terkait kejujuran akademis. Beliau menekankan bahwa kemandirian, kejujuran akademis, dan integritas moral adalah kunci utama kesuksesan mahasiswa dalam menghadapi dinamika zaman.  Ia juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan fungsi alat Turnitin dengan tindakan plagiarisme yang sesungguhnya. Selain itu, ia juga secara tegas mengimbau mahasiswa agar tidak sekadar menyalin (copy-paste) jawaban dari kecerdasan buatan seperti ChatGPT dalam menyusun tugas akhir, agar kemandirian berpikir kritis tetap terjaga. 

Secara keseluruhan, acara berlangsung sangat interaktif dan dipenuhi berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa pada sesi diskusi. Melalui sinergi lintas elemen akademisi dan penyuluh daerah ini, diharapkan STAHN Jawa Dwipa Klaten mampu terus mencetak generasi muda Hindu yang bernalar kritis, berintegritas, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat di era digital. 

penulis : ratna andini suryatika
editor : atmajanu widiya
dokumentasi : Dinda Paramita

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *