
Pada tanggal 26 April – 28 April 2026, PELITA (Persaudaraan Lintas Agama) telah menyelenggarakan kegiatan tahunan rutin “PONDOK DAMAI 2026” dengan semboyan “MERAJUT HARMONI, MEMUPUS PRASANGKA”. Ini adalah acara ke 9 atau angkatan ke 9 yang telah dilaksanakan dari tahun 2017. Acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut dilaksanakan bertempat Wisma Yohanes Keuskupan Agung Semarang (KAS), Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Acara ini mempertemukan pemuda pemudi dari berbagai agama dan kepercayaan.
Acara pondok damai pada hari pertama dimulai dengan pembukaan secara ceremony oleh penanggung jawab sekaligus tokoh utama PELITA yakni Setyawan Budi (mas wawan). Setelah itu acara dilanjut dengan perkenalan panitia dan peserta.


Acara berlanjut pada sesi 1 dengan judul “Alasan kamu memilih agama atau kepercayaan tersebut”. Pada sesi pertama ini peserta akan diajak bertukar cerita mengenai latar belakang mereka yang mempengaruhi bagaimana mereka dapat memilih agama atau kepercayaan yang mereka anut. Pada sesi ini juga peserta menjadi tahu mengenai latar belakang peserta lain



Di hari kedua, acara diawali dengan kunjungan ke 3 rumah ibadah yang ada di sekitar Gunung Pati. Destinasi pertama adalah Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Fadilah, destinasi kedua adalah Gereja St. Maria Fatima, yang ketiga atau yang terakhir adalah Vihara Watu Gong. Dari kunjungan tersebut peserta diharapkan lebih mengenal lagi agama atau kepercayaan lain yang ada di sekitar kita. Para peserta juga diberikan penjelasan oleh tokoh keagamaan pada masing-masing rumah ibadah. Pada malam harinya acara tetap berlanjut dan memasuki sesi 2 dengan judul “Peristiwa tidak menyenangkan” di sini peserta bercerita mengenai pengalaman tidak enak sebagai kaum beragama. Alasan tidak menyenangkan pun berbeda-beda ada karena faktor eksternal seperti bullying dari umat lain, dan juga faktor internal seperti dimusuhi atau dikucilkan oleh sesama umat beragama atau agama yang sama.


Acara tidak stop begitu saja dimalam itu, setelah sesi 2 berakhir peserta langsung melaksanakan pensi dan di bimbing oleh panitia sebagai mentor agar pensi berjalan lancar, dan juga kelompok peserta bisa lebih siap supaya hasilnya pun memuaskan dewan juri. Malam itu tidak berakhir dengan cepat karena setelah aksi pensi dari peserta, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan dari panitia berupa musik agar semua dapat menyanyi, menari bersama dan mengakrabkan diri.


Di hari ketiga acara dibuka dengan senam pagi dan outbound, dilanjut dengan membersihkan badan dan tempat, kemudian persiapan sesi 3. Pada sesi 3 yang berjudul “Hal menyenangkan menjadi umat beragama” di sesi ini peserta saling berbagi kebahagian tentang keberagaman dan perbedaan semua bercerita dengan penuh tawa. Sampailah pada penghujung acara yakni penutupan, acara dimulai dengan sambutan dari tuan rumah (Perwakilan Keuskupan Agung Semarang), koordinator PELITA (mas wawan), dan ditutup oleh bapak KESBANGPOL Semarang Kota. Tak luput pula penyerahan berbagai hadiah untuk Juara Pensi, Peserta Terfavorit, Peserta Teraktif, Konten terbaik, Panitia terbaik, dan pengumuman ketua angkatan Pondok Damai 2026.
Penulis : Nugroho Wisnu Wicaksono
Dokumentasi: Nugroho Wisnu Wicaksono
Penyunting: Reffy Frizta Dianti
