
Di tengah arus modernisasi dan uncertainlty (ketidakpastian) ekonomi global, arah pendidikan tinggi di Indonesia dituntut untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara teoritis, tetapi juga adaptif, kreatif, dan berkarakter kuat. Pentingnya perpaduan antara wawasan global dan kearifan lokal (local wisdom) menjadi salah satu kunci utama agar generasi muda mampu bersaing tanpa kehilangan akar budayanya. Semangat inilah yang terpancar jelas dalam arah pengembangan dan Visi 2030 Program Studi Ekonomi Hindu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten.
Langkah Program Studi Ekonomi Hindu STAHN Jawa Dwipa untuk menegaskan visi sebagai program studi unggul dan kompetitif di bidang ekonomi dengan jiwa entrepreneurship global berbasis kearifan lokal merupakan respons mendalam terhadap tantangan zaman. Menggabungkan nilai-nilai etis dan kebudayaan lokal ke dalam praktik ekonomi kontemporer bukan sekadar jargon, melainkan sebuah kebutuhan strategis agar fondasi ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Selama ini, ilmu ekonomi modern sering kali berfokus pada efisiensi teknis dan profit/laba semata. Konsep Ekonomi Hindu menawarkan cara pandang yang berbeda dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, keseimbangan lingkungan (green economy business), serta kebermanfaatan sosial bagi masyarakat. Melalui misi penyelenggaraan pendidikan berbasis jiwa kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya dibekali teori bisnis makro dan mikro, tetapi juga dilatih untuk peka terhadap potensi ekonomi umat dan daerahnya.
Prinsip ini sejalan dengan pandangan ekonom terkemuka Indonesia, Prof. Emil Salim, yang secara tegas mengingatkan bahwa:
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam demi keberlanjutan kehidupan bangsa dan generasi mendatang.”
Melalui misi penyelenggaraan pendidikan berbasis jiwa kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya dibekali teori bisnis makro dan mikro, tetapi juga dilatih untuk peka terhadap potensi ekonomi umat dan keberlanjutan lingkungan.
Arah lulusan yang dirancang pun sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Profil lulusan seperti Analis Ekonomi, Auditor & Konsultan, Wirausahawan (Entrepreneur), serta Peneliti Ekonomi menunjukkan bahwa lulusan Ekonomi Hindu disiapkan secara komprehensif. Sebagai wirausahawan, misalnya, lulusan dibekali kemampuan digital marketing dan kreativitas berbasis kearifan lokal. Sementara sebagai peneliti atau analis, mereka dituntut peka terhadap isu-isu ramah lingkungan (green economy).
Selanjutnya guna mewujudkan cita-cita besar tersebut hingga tahun 2030, strategi yang ditempuh mencakup penguatan sumber daya manusia, pembaharuan kurikulum, hingga tata kelola prodi yang transparan dan akuntabel. Penyelenggaraan kerja sama mutual di tingkat regional, nasional, maupun internasional juga menjadi fondasi penting agar mahasiswa tidak terisolasi dari perkembangan global.
Strategi penalaran dan berpikir kritis bagi mahasiswa agar mampu menciptakan karya ilmiah sekaligus produk bisnis yang produktif, kreatif, dan inovatif, yang akan menjadi bukti konkret efektivitas kurikulum ini. Ketika seorang mahasiswa mampu mengenali masalah di sekitarnya dan menghadirkan solusi bisnis berbasis nilai-nilai lokal, pada titik itulah esensi internalisasi ilmu ekonomi sesungguhnya mencapai ruang untuk tumbuh dan berdampak.
Pada akhirnya, visi Program Studi Ekonomi Hindu STAHN Jawa Dwipa Klaten memberikan optimisme baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Mengintegrasikan jiwa entrepreneurship, wawasan global, dan kearifan lokal adalah modal dasar untuk melahirkan ekonom serta pengusaha muda yang tidak hanya mampu tumbuh di pasar nasional, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi. Kehadiran lulusan-lulusan ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Penulis : Sambhawa
