
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) melaksanakan kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Pura Sandya Dharma, Selorejo, Banyuwangi pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh tim penerimaan mahasiswa baru bersama Ketua STAHN Jawa Dwipa Klaten, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat Pura Sandya Dharma dari berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga generasi tua. Kehadiran masyarakat lintas generasi ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat Selorejo terhadap pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan Hindu. Acara ini dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon kelancaran kegiatan dan kebermanfaatan sosialisasi.
Acara sosialisasi dipandu oleh Sambhawa yang menyampaikan hal hal berkaitan dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri dan Toto margiyono menambahkan tentang kemudahan-kemudahan bagi calon mahasiswa yang mendaftar, serta teknis bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar
Turut hadir pula Badan Pengurus Harian (BPH) Banyuwangi Oksan Wibowo.
Dalam kesempatan tersebut, Oksan yang juga merupakan alumni STAHN, membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa melanjutkan ke Pendidikan tinggi terutama di bidang keagamaan kerap dianggap kurang bergengsi oleh sebagian generasi Hindu. Namun demikian, ia menekankan pentingnya memiliki ilmu sebagai bentuk “sedia payung sebelum hujan”, serta mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan yang cenderung meremehkan pendidikan agama.

Ketua STAHN dalam sambutannya juga memberikan motivasi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa prinsip “sedia payung sebelum hujan” merupakan dorongan agar umat Hindu mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Menurutnya, dunia kerja ke depan akan semakin membutuhkan individu dengan kualifikasi pendidikan yang baik, termasuk salah satunya di bidang keagamaan.
Rendahnay partisipasi untuk melanjutkan Pendidikan tinggi menjadi tantangan bagi Penyelenggara Hindu dan umat dalam peningkatan SDM Hindu. Lebih lanjut, peningkatan partisipasi pendidikan tinggi di kalangan umat Hindu memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, serta tokoh masyarakat. Upaya sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan tinggi, pemberian motivasi kepada generasi muda, serta dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam mendorong minat melanjutkan studi. Dengan adanya kesadaran kolektif tersebut, diharapkan kualitas sumber daya manusia Hindu dapat terus meningkat sehingga mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.