Kediri, (02/08/2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jagadhita Bhumi dan DPK Peradah Indonesia Nganjuk turut menghadiri sekaligus berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Upacara Pengentas-Entas Massal yang diselenggarakan di Pura Dipa Giri Sakti, Dusun Gunung Butak, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Kehadiran mahasiswa KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual dalam tradisi Hindu Jawa.

Selama prosesi berlangsung, mahasiswa KKN tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu jalannya ritual. Salah satu bentuk partisipasi yang dilakukan adalah membantu menggendong sarana upacara yang menjadi simbol sukma (roh) para leluhur atau jenazah yang sedang diupacarakan. Keterlibatan tersebut dilaksanakan dengan penuh rasa hormat sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian prosesi Pengentas-Entas serta sebagai implementasi nilai Sewaka Dharma, yaitu melayani masyarakat dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

“Upacara Pengentas-entas Massal tahun ini diikuti oleh 43 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 130 jenazah yang diupacarakan secara bersama-sama” Ucap Styta salah satu pemuda Hindu asal Kediri yang turut membantu jalannya Upacara.
Pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat gotong royong. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta bakti umat kepada para leluhur. Dalam tradisi Hindu Jawa, Upacara Pengentas-entas memiliki makna sebagai prosesi penyucian dan penghormatan kepada atman agar memperoleh perjalanan spiritual yang baik sesuai dengan ajaran dharma.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Jagadhita Bhumi memperoleh pengalaman langsung mengenai nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Partisipasi tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dalam mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Sewaka Dharma melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
Penulis : Desak Putu Esa Aulia