Ruang Zoom STAHN Jawa Dwipa, Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Guru Nasional, lima lembaga keagamaan dan pendidikan Hindu di Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penulisan Praktik Baik (Best Practice). Acara yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube ini berlangsung dalam dua sesi utama, yakni Sesi I pada Selasa, 13 Oktober 2026, dan Sesi II pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan kolaboratif ini mempertemukan lebih dari 166 peserta yang terdiri dari Guru Agama Hindu (dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/K, hingga Pratama Widyalaya), Penyuluh Agama Hindu se-Jawa Tengah, akademisi, hingga mahasiswa.
Program ini terselenggara atas kerja sama antara Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Jawa Tengah, Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Jurusan Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa Klaten, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Jawa Tengah, dan Pandu Nusa Jawa Tengah, serta didukung penuh oleh PHDI Provinsi Jawa Tengah.
Pembukaan
Rangkaian acara diawali dengan Panganjali Umat Om Swastiastu, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta doa bersama yang dipimpin oleh Mangku Supriadi. Selain memohon keselamatan dan kelancaran kegiatan, doa khusus juga dipanjatkan untuk almarhum Kasianto, S.Ag., Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah periode 1993–1999 yang pada saat itu para peserta dan pengurus mendengar berita duka.
Ketua ICHI Provinsi Jawa Tengah, Rustantiningsih, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Pandu Nusa Edi Winarto, S.Pdh., Ketua Pokjaluh Dwi Setiawan, S.Ag., dan Ketua PHDI Jawa Tengah Tri Wahono, M.Pd.H, mengapresiasi tinggi antusiasme para peserta yang guyub dalam membuat rekam jejak pengabdian pikiran ke dalam bentuk tulisan ilmiah.
BIMTEK ini secara resmi dibuka oleh Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Eko Pujianto, S.Ag., M.Pd. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa guru dan penyuluh merupakan ujung tombak pelayanan keagamaan dan pendidikan di lapangan. Ia berpesan agar para insan pendidik terus mengasah wawasan dan kemampuan beradaptasi terhadap kemajuan teknologi.
“Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) memang memberikan kemudahan, namun kita harus kritis dan bijak. Jangan mengadopsi secara gelondongan. Hasil bantuan AI harus diparafrase, dihaluskan, dan disesuaikan dengan fakta otentik di lapangan agar tidak menjerumuskan,” ungkap Eko Pujianto.
Membedah Sistematika Penulisan Praktik Baik dan Pemanfaatan AI
Narasumber utama kegiatan ini yaitu, Dr. Trimo, S.Pd., M.Pd. (Ketua Jurusan Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa Klaten), dan Widya Ayu Candra, S.Pd., M.I.Kom. (Penyuluh Agama Hindu Kota Semarang) sebagai moderator pada BIMTEK pelatihan teknis mengenai penyusunan naskah best practice. Dr. Trimo memaparkan bahwa karya praktik baik harus berakar dari pengalaman nyata yang memberikan dampak positif terukur, bukan sekadar teori yang mengawang-awang.

Sistematika lengkap penulisan naskah yang dibahas meliputi:
- Judul Naskah: Ringkas, komunikatif, memuat tindakan nyata, dan maksimal terdiri dari 15 kata.
- Pendahuluan: Memuat kondisi awal, rumusan masalah, alasan pemilihan strategi, serta tujuan dan manfaat kegiatan.
- Pelaksanaan Praktik Baik: Menguraikan rencana, metode, langkah-langkah kerja, hingga koordinasi di lapangan.
- Hasil dan Pembahasan: Menyajikan bukti nyata perubahan (before and after), dampak kegiatan, foto dokumentasi autentik, serta analisis faktor pendukung dan penghambat yang dikaitkan dengan rujukan relevan.
- Penutup: Berisi simpulan yang lugas dan saran yang kontekstual.
- Daftar Pustaka: Disusun dengan menggunakan standar APA 7th Edition.
- Abstrak: Ringkasan padat berisi 100–120 kata yang dilengkapi kata kunci (keywords).
Dr. Trimo juga memberikan simulasi bagaimana penggunaan perangkat AI sebagai asisten untuk menyusun draf naskah. Ia menunjukkan teknik pemberian perintah (prompting) yang terstruktur, sehingga AI berfungsi murni sebagai asisten penyelarasan bahasa tanpa memanipulasi data dan kondisi autentik di lapangan.
Pembedahan Draf Karya Peserta
Sesi interaktif diwarnai dengan penelaahan dan evaluasi draf karya perwakilan peserta secara langsung:
- Naskah karya Widya Ayu Candra (Penyuluh Agama Hindu Kota Semarang) dibedah mengenai strategi pergerakan dan pembinaan pemuda Hindu (Peradah) yang berhasil dibangkitkan dari kondisi mati suri menjadi organisasi yang aktif bergerak melalui kolaborasi dan diskusi terarah.
- Naskah karya Dwi Lestari (Guru SMA dari Klaten) diulas terkait integrasi media Canva dan modul interaktif Learning Management System (LMS) dalam memenuhi Capaian Pembelajaran (CP).
- Naskah karya Oktasari Dewi (Guru TK dari Salatiga) mengangkat proyek berkonsep “SATE” (Senang, Aktif, Terbiasa, Eksploratif) Buah, yang melatih regulasi diri dan kebiasaan hidup sehat pada anak usia dini.
Setiap naskah diberikan masukan perbaikan mengenai kaidah tata bahasa, penghindaran kata sambung di awal kalimat, pemilihan foto dokumentasi berestetika, hingga pencantuman rujukan literatur nasional dan internasional yang terverifikasi.
Rencana Publikasi dan Tindak Lanjut Call for Papers
Sebagai wujud apresiasi terhadap karya ilmiah para guru dan penyuluh, panitia pelaksana yang diketuai oleh Toto Margiono, M.Pd.H., mengumumkan agenda tindak lanjut pasca-BIMTEK:
- Peluncuran Call for Papers
- Batas Pengumpulan Abstrak
- Pengumuman Seleksi Abstrak
- Presentasi Naskah Terpilih (Daring)
- Seminar Hybrid dan Publikasi
Dukungan publikasi juga ditegaskan oleh Dr. Gede Agus Siswadi bersama tim Samsara Institute dan STAHN Jawa Dwipa. Naskah-naskah terbaik yang telah direvisi tidak hanya akan diterbitkan dalam bentuk Prosiding dan Book Chapter, tetapi juga diproyeksikan untuk terbit di jaringan jurnal ilmiah yang terindeks Google Scholar.
Pelaksanaan BIMTEK ini pada akhirnya berdampak pada para guru dan penyuluh Agama Hindu di Jawa Tengah yang memiliki keinginan tinggi untuk terus belajar, mendokumentasikan praktik baik, dan berkontribusi nyata bagi kelangusungan pendidikan keagamaan dan pendidikan secara umum.
